10 Bahan Kimia Dalam Make Up Mata yang Harus Kamu Hindari

Zikrul
By -
0
10 Bahan Kimia Dalam Make Up Mata yang Harus Kamu Hindari

BADROL27 - Make up seharusnya membuat anda terlihat lebih cantik, tapi estetika datang dengan konsekuensi yang juga tidak main-main. Anda wajib memperhatikan itu karena bisa berakibat fatal. Hal ini karena di dalam bahan kecantikan terdapat bahan kimia.

Pakar kecantikan mengantakan bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, mata kering, kelopak mata bersisik, dan kondisi kesehatan serius lainnya. Berikut ada 10 bahan kimia untuk dihindari dan cara alternative lainnya.

1. Karbon Hitam
Karbon hitam umu digunakan dalam bidang indsutri sebagai pewarna dan agen penguat karena sifatnya yang sangat halus sehingga bisa menyatu dengan unsure apapun.

Senyawa ini dicurigai sebagai agen karsinogen dan dapat menyebabkan efek kesehatan merugikan lewat paparan inhalasi, konsumsi, atau kontak langsung dengan kulit. Paparan ini menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, penyempitan saluran pernapasan, distrofi myokardia, eracunan sistem organ, dan kerusakan DNA. Karboh hitam dapat menyebabkan kekeringan pada kulit dengan kontak berulang dan berkepanjangan.

2. Kelompok Etalomina
Ethalomina hadir dalam beragam produk makeup, mulai dari eyeliner, maskara, eyeshadow, hingga parfum. Monoethanolamine (MEA), Diethanolamine (DEA), dan Trietanolamina (TEA) adalah contoh utama dari etanolamina atau kelompok kimia yang terdiri dari asam amino dan alcohol.

Studi menumukan bahwa Ethalomina dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. DEA mengubah struktur sperma, menyebabkan kelainan yang mempengaruhi kemampuan sperma untuk berenang dan membuahi telur.

3. BAK

Benzalkonium Klorida (BAK/BAC) adalah zat kimia yang digunakan sebagai desinfektan, deterjen, dan antiseptic. Senyawa kimia ini ditemukan di gel pembersih tangan, prosuk P3K, antiseptic topical kulit, handuk higienis sekali pakai dan tisu basah, serta solusi desinfektan yang digunakan untuk membersihkan instrument bedah.

Pusat data Cosmetic Safety menyatakan bahwa benzalkonium klorida adalah agen racun yang memiliki kekebalan terhadap tubuh, kulit, dan pernapasan, dengan tes laboratorium mengisyaratkan efek mutatif (karsinogenik). BAK merupakan iritan kulit dan mata (kemerahan, pandangan kabur, nyeri) dan dapat merusak kulit dan mata dengan jumlah kerusakan tergantung pada lamanya paparan.

4. Formalin

Formalin adalah gas korosif tidak berwarna, mudah terbakar dengan bau menusuk tajam. Rute utama orang terpapr formalin adalah dengan menghirup gas tersebut. Bentuk cair dapat diserap melalui kulit.

Paparan formalin akut (jangka pendek) dan kronis (jangka panjang) melalui inhalasi dapat menyebabkan gejala pernapasan dan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Penelitian terbatas pada manusia telah melaporkan hubugan antara paparan formalin dengan kanker paru-paru dan nasofaring.

Beberapa orang sangat sensitif  terhadap formalin, tetapi ada juga yang tidak memiliki reaksi yang sama terhadap ekspos formalin. Formalin diberi label apa adanya, tetapi ada juga muncul ebagai quaternium-15, DMDM hydantoin, dan urea.

5. Paraben
Paraben adalah bahan pengawet yang umum digunakan dalam bahan kosmetik dan produk perawatan pribadi. Pengawet ini sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan ragi yang dapat menyebabkan produk cepat rusak, sehigga memperpanjang usia simpan dan keamanan produk.

Paraben telah aman digunakan selam hampir 100 tahun sebagai pengawet dalam makanan, obat, dan perawatan pribadi serta industri kosmetik. Tetapi, beberapa peneliti merasa mungkin ada alasan untuk kekhawatiran. Paraben diserap melalui kulit dan mudah ditransportasikan ke dalam aliran darah. Mereka juga dapat mengganggu kelenjar endokrin dan terkait dengan toksisitas reproduksi, pubertas dini, dan kanker payudara.

Paraben juga daapat membuat kulit mata kering memburuk karena paraben memblokir pelepasan minyak dari kelenjar minyak untuk melapisi kelopak mata. Ketika membaca label, hindari bahan apapun dengan akhiran “-paraben”.

6. Prime Yellow Carnauba Wax
Lilin ini biasa digunakan dalam industri kosmetik sebagai lapisan pelindung yang ditemukan di mascara dan eyeliner agar produk bisa menjadi kaku dan membuat mereka tahan air karena prosuk ini tidak larut dalam air dan dalam etil alcohol.

Menggunakan produk kecantikan yang mengandung lilin bukanlah ide yang baik. Prime yellow carnauba wax dapat menyumbat kelenjar minyak di mata dan dapat menyebabkan penyakit mata kering yang mempengaruhi 3,2 juta wanita berusia 50 tahun. Selain itu, paparan berlbihan dari zat kimia ini juga dapat menyebabkan iritasi fisik pada mata.

7. Bubuk Aluminium
Bubuk aluminium banyak digunakan untuk meberikan makeup warna. Bubuk ini tergolong sebagai neurotoxin yang dilabeli sebagai “beresiko tinggi” oleh Cosmetic Safety dan telah dikaitkan dengan toksisitas sistem organ.

Neurotoxin dianggap jauh lebih buruk dari mercury karena telah diduga mengganggu berbagai proses seluler dan metabolism dalam sistem saraf dan jaringan lain.produk makeup dapat mencantumkan bubuk aluminium dalam labelnya sebagai LB Pigment 5 atau logam pigmen.

8. Titanium Dioksida
Zat ini pada umumnya aman, namun titanium dioksida dalam bentuk bubuk tergolong sebagai kemungkinan karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Partikel bubuk ini begitu kecil sehingga mereka dengan mudah terhirup dan dapat menumpuk di paru-paru dimana mereka dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker.

Akibatnya, resiko kesehatan jauh lebih mungkin dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi yang berbentuk bubuk atau tabor, daripada dalam bentuk krim. Dalam label eye makeup, titanim dioksida tercantum apa adanya atau sebagai Ti02.

9. Retinyl Acatate atau retinyl Palmitate
Keduanya merupakan turunan dari vitamin A yang telah dihubungkan dengan kanker dan gangguan reproduksi. Asam retinoat meningkatkan aktivitas photocarcinogenic dari sinar UVB pada tikus dan meningkatkan duplikasi lesi kulit.

Retinyl Palmitate juga meningkatkan kehadiran sel skuamosa neoplasm – awal kanker kulit. Asam retinoat bisa mengiritasi selaput lender dan saluran pernapasan bagian atas.

10. Talc
Beberapa talc mungkin mengandung asbes, senyawa karsinogenik, karena itu harus dihindari dalam produk bubuk seperti eyeshadow, kecuali bebas asbes. Bahkan talc bebas asbes harus dihindari di daerah panggul.

Talc juga menamah beban paru-paru. Bedak yang terhirup dapat mengganggu mekanisme paru-paru bersih dan mengurangi peradangan sehingga merusak sel dan berpotensi menyebabkan kanker. Paparan talc terutama melalui kontak langsung dengan kulit juga dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan yang ditandai dengan nafas tersengal-sengal dan batuk.
Tags:

Post a Comment

0Comments

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn more
Ok, Go it!